<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kementerian Komunikasi dan Informatika RI</title>
	<atom:link href="http://www.depkominfo.go.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.depkominfo.go.id</link>
	<description>Menuju Masyarakat Informasi Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 17:00:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SAMSAT JAKBAR MENUJU STANDARISASI INTERNASIONAL</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/samsat-jakbar-menuju-standarisasi-internasional/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/samsat-jakbar-menuju-standarisasi-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 17:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/samsat-jakbar-menuju-standarisasi-internasional/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta,17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Samsat Jakarta Barat Polda
Metro Jaya melakukan penandatanganan kesepakatan dengan perusahaan
manajemen konsultan mutu dari Scientific Consultant dalam rangka
pembenahan struktur dan mekanisme kerja menuju standarisasi
internasional.
Menurut Kasubsi Samsat Jakarta Barat AKP M. Arsal Sahban seusai
penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Rabu (17/3), dalam waktu
dekat juga pihaknya akan melaksanakan audit Sertifikasi Sistem
Manajemen Mutu ISO 9001:2008.
Dikemukakan, untuk mempersiapkan audit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta,17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Samsat Jakarta Barat Polda<br />
Metro Jaya melakukan penandatanganan kesepakatan dengan perusahaan<br />
manajemen konsultan mutu dari Scientific Consultant dalam rangka<br />
pembenahan struktur dan mekanisme kerja menuju standarisasi<br />
internasional.</p>
<p>Menurut Kasubsi Samsat Jakarta Barat AKP M. Arsal Sahban seusai<br />
penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Rabu (17/3), dalam waktu<br />
dekat juga pihaknya akan melaksanakan audit Sertifikasi Sistem<br />
Manajemen Mutu ISO 9001:2008.</p>
<p>Dikemukakan, untuk mempersiapkan audit ISO 9001:2008, Samsat<br />
Jakarta Barat juga membutuhkan menggandeng konsultan manajemen mutu<br />
dari Scientific Consultant untuk melakukan pembenahan sistem mutu<br />
sesuai dengan standar terbaru yang memenuhi kaidah ISO<br />
9001:2008.</p>
<p>Ia menambahklan, jajaran Samsat Jakarta Barat berkomitmen untuk<br />
terus mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dan hal ini<br />
dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dalam peningkatan<br />
pelayanan yang sudah digelar, dan mendapatkan banyak apresiasi dari<br />
masyarakat yang disampaikan langsung maupun melalui media.<br />
(T.Bhr/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/samsat-jakbar-menuju-standarisasi-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENHAN : KERJA SAMA MILITER AS-INDONESIA TETAP BERJALAN</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menhan-kerja-sama-militer-as-indonesia-tetap-berjalan/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menhan-kerja-sama-militer-as-indonesia-tetap-berjalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 16:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menhan-kerja-sama-militer-as-indonesia-tetap-berjalan/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Pertahanan (Menhan)
Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa kerja sama militer Indonesia
dan Amerika Serikat selama ini tidak ada masalah dan sampai saat
ini tetap berjalan, dengan berlandaskan pada prinsip kerja sama
yang sifatnya kesetaraan dan keseimbangan dan tanpa adanya
prasyarat apapun.
&#8220;Semua itu berlaku terhadap siapapun atau negara manapun.
Indonesia adalah negara berdaulat dan memiliki wilayah, itu prinsip
dasarnya,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Pertahanan (Menhan)<br />
Purnomo Yusgiantoro menyatakan bahwa kerja sama militer Indonesia<br />
dan Amerika Serikat selama ini tidak ada masalah dan sampai saat<br />
ini tetap berjalan, dengan berlandaskan pada prinsip kerja sama<br />
yang sifatnya kesetaraan dan keseimbangan dan tanpa adanya<br />
prasyarat apapun.</p>
<p>&#8220;Semua itu berlaku terhadap siapapun atau negara manapun.<br />
Indonesia adalah negara berdaulat dan memiliki wilayah, itu prinsip<br />
dasarnya,&#8221; kata Menhan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/3)<br />
terkait kerja sama militer Indonjesia-AS menjelang kedatangan<br />
Presiden Barack Obama ke Indonesia.</p>
<p>Ia kemudian mencontohkan kerja sama yang sudah berjalan antara<br />
lain America men to men cooperation dan kerja sama Indonesia dan US<br />
Defence Discation yang bahkan sudah berjalan dalam dua tahun<br />
terakhir ini di Hawaii dengan US Pasific Command.</p>
<p>Selain itu, katanya, ada kerja sama US indo security dialog dan<br />
pengiriman sumber daya manusia dari institusi militer Indonesia<br />
untuk mengikuti program beasiswa pasca sarjana di AS.</p>
<p>&#8220;Jadi Indonesia melihat tidak ada masalah. Tentu kerja sama ini<br />
bisa saja teknis sifatnya atau dengan international militer<br />
training selama ini berjalan. Jadi tidak ada masalah kerja sama<br />
dengan siapapun,&#8221; kata Purnomo.</p>
<p>Menhan juga mengatakan tidak khawatir atas sikap AS yang belum<br />
memberikan kepastian latihan bersama militer AS dan Indonesia yang<br />
direncanakan akan melibatkan Kopassus.</p>
<p>&#8220;Jadi jangan berpandangan secara sempit atau hanya sebatas kerja<br />
sama latihan Kopassus. Tapi konteksnya adalah kerja sama AS dan<br />
Indonesia yang lebih besar,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, Kopassus bisa latihan bersama dengan negara manapun.<br />
Jika AS belum sepakat menggelar latihan bersama, katanya, maka<br />
sebenarnya sebelumnya Kopassus telah menggelar latihan bersama<br />
dengan tentara Australia.</p>
<p>&#8220;Kopassus itu memiliki kelebihan dan istimewa dalam doktrin<br />
perang di hutan. Itu menjadi kualitas yang cukup baik bagi<br />
negara-negara lain yang memahami doktrin dari pasukan Kopassus<br />
Indonesia,&#8221; kata Menhan. (Yr/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menhan-kerja-sama-militer-as-indonesia-tetap-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BATAS AKHIR PENYERAHAN SPT PADA 31 MARET 2010</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/batas-akhir-penyerahan-spt-pada-31-maret-2010/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/batas-akhir-penyerahan-spt-pada-31-maret-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 16:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/batas-akhir-penyerahan-spt-pada-31-maret-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati mengatakan, para wajib pajak semestinya sudah
menyerahkan SPT tahunan, karena pada 31 Maret 2010 merupakan batas
akhir penyerahan SPT tahunan.
Memang tingkat kepatuhan penyerahan penyampainan SPT untuk orang
pribadi sudah ada perbaikan, namun pemerintah akan terus
mengingatkan kepada seluruh wajib pajak agar menyampaikan SPT
tahunan masing-masing, katanya di Kantor Pusat Pajak Jakarta, Rabu
(17/3).
Dikemukakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Keuangan Sri<br />
Mulyani Indrawati mengatakan, para wajib pajak semestinya sudah<br />
menyerahkan SPT tahunan, karena pada 31 Maret 2010 merupakan batas<br />
akhir penyerahan SPT tahunan.</p>
<p>Memang tingkat kepatuhan penyerahan penyampainan SPT untuk orang<br />
pribadi sudah ada perbaikan, namun pemerintah akan terus<br />
mengingatkan kepada seluruh wajib pajak agar menyampaikan SPT<br />
tahunan masing-masing, katanya di Kantor Pusat Pajak Jakarta, Rabu<br />
(17/3).</p>
<p>Dikemukakan, sebelum tahun 2009, jumlah wajib pajak yang<br />
menyerahkan SPT masih 40 persen, namun pada akhir 2009, telah ada<br />
peningkatan kepatuhan pajak, sehingga wajib pajak yang menyerahkan<br />
SPT sudah mencapai 52,08 persen. Menurutnya, peningkatan itu<br />
diharapkan bisa terus dilaksanakan.</p>
<p>Sementara itu di tempat sama Menteri Koordinator Bidang<br />
Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, untuk mencapai target<br />
penerimaan pajak yang akan meningkat pada tahun 2014 diperlukan<br />
sosialisasi untuk memberikan kesadaran publik terhadap kewajiban<br />
membayar pajak.</p>
<p>&#8220;Berbagai macam metode bisa dilakukan untuk tarik pajak dari<br />
para wajib pajak,&#8221; kata Hatta.(T.Ia/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/batas-akhir-penyerahan-spt-pada-31-maret-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POLTEK NEGERI MEDIA KREATIF MILIKI PERALATAN TERLENGKAP DI ASIA</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/poltek-negeri-media-kreatif-miliki-peralatan-terlengkap-di-asia/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/poltek-negeri-media-kreatif-miliki-peralatan-terlengkap-di-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 16:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/poltek-negeri-media-kreatif-miliki-peralatan-terlengkap-di-asia/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) Politeknik Negeri Media
Kreatif Jakarta merupakan sekolah politeknik yang memiliki
peralatan dan fasilitas penunjang terlengkap di Asia, misalnya
adanya peralatan praktik alat cetak digital.
Fasilitas pendukung politeknik, termasuk alat cetak digital,
menjadi yang terlengkap di Asia, apalagi kami bekerja sama dengan
perusahaan Kodak dari Jepang, dan juga dengan China, kata Direktur
Politeknik Negeri Media Kreatif, Bambang Wasito Adi, SH, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) Politeknik Negeri Media<br />
Kreatif Jakarta merupakan sekolah politeknik yang memiliki<br />
peralatan dan fasilitas penunjang terlengkap di Asia, misalnya<br />
adanya peralatan praktik alat cetak digital.</p>
<p>Fasilitas pendukung politeknik, termasuk alat cetak digital,<br />
menjadi yang terlengkap di Asia, apalagi kami bekerja sama dengan<br />
perusahaan Kodak dari Jepang, dan juga dengan China, kata Direktur<br />
Politeknik Negeri Media Kreatif, Bambang Wasito Adi, SH, MSc di<br />
Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif, Srengseng Sawah, Lenteng<br />
Agung, Jakarta Selatan, Rabu (17/3).<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Ia menjelaskan, sekolahnya bekerja sama dengan perusahaan Kodak<br />
dari Jepang dalam pengadaaan peralatan pendukung dan teknologi,<br />
termasuk bekerja sama dalam berbagai pelatihan peralatan dan<br />
perlengkapannya, dan semuanya dilakukan di Politeknik Negeri Media<br />
Kreatif.</p>
<p>Sedangkan dengan China, negara itu selain mengirimkan mesin<br />
offset-nya, juga mendatangkan instruktur untuk melakukan pelatihan<br />
di kampus politeknik mengenai teknik-teknik pengoperasian dan<br />
penguasaan teknologi mesin offset itu.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Bambang juga menjelaskan, pihaknya juga telah memiliki mesin cetak<br />
indigo produksi India, yang dibeli dengan harga lebih murah.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Dijelaskan bahwa pimpinan perusahaan dan pabrik mesin cetak indigo<br />
dari India itu sangat tertarik bekerja sama dengan Politeknik<br />
Negeri Media Kreatif setelah kampus politeknik itu.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Mereka tertarik menjalin kerja sama dengan kami. Kami mendapat<br />
mesin cetak WEB seharga Rp 5Rp 6 miliar dengan harga 50 persennya,<br />
tapi dengan adanya kerja sama tersebut, mereka menginginkan kampus<br />
politeknik kami menjadi pusat pendidikan bagi para tenaga kerja<br />
mereka. Kampus ini akan menjadi pusat pelatihan di Indonesia, kata<br />
Bambang.</p>
<p>Dikemukakan, apabila Politeknik Negeri Media Kreatif itu sudah<br />
memiliki mesin WEB, maka akan menjadi sekolah pertama di dunia yang<br />
mempunyai mesin WEB seharga Rp 6 miliar.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Hari Kamis (18/3) utusan dari negara India itu akan datang ke<br />
kampus ini dan menandatangani MoU, katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa aset sekolah politekniknya, setelah<br />
dilakukan rehab Gedung A, B, dan C, yang menghabiskan dana Rp 6<br />
miliar, akan menjadi Rp 20 miliar. Dengan menempati lahan seluas<br />
dua hektare, menurutnya, apabila ingin memiliki gedung bertingkat<br />
12, dibutuhkan sebesar Rp 50 miliar.</p>
<p>Harapan kami sangat sederhana, jangan sampai peserta didik dari<br />
kampus ini ke luar kampus tanpa bekerja. Jadi bukan sertifikat<br />
lulusnya, tapi skillnya yang dibutuhkan, kata Bambang.</p>
<p>Bambang menambahkan bahwa biaya kuliah di politeknik sebesar Rp<br />
3,5 juta/semester atau Rp 7 juta/tahun. Khusus untuk jurusan teknik<br />
grafika, menurutnya, sekolahnya harus nombok, karena seharusnya<br />
biayanya mencapai Rp 9,5juta/mahasiswa/tahun, terutama harus<br />
mengeluarkan biaya besar ketika di semester empat, lima dan enam,<br />
karena harus latihan cetak yang banyak kesalahannya.</p>
<p>&nbsp;Tapi karena kami menjalin kerja sama dengan perusahaan<br />
atau pabrik tinta, maka pengeluaran hanya sekitar 3040 persen saja<br />
untuk praktik, kata Bambang Wasito Adi.</p>
<p>Sementara itu di tempat sama, anggota Komisi X DPR RI dari<br />
Fraksi Golkar, Ferdiansyah mengatakan, juara ketiga lomba animasi<br />
tingkat dunia adalah orang Indonesia, namun pemenang dari Indonesia<br />
itu tidak terdidik di sekolah secara sistematik.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Karena itu, katanya, harus ada pendidikan tentang bidang animasi<br />
itu secara sistematisdi Indonesia, sehingga ke depan akan lahir<br />
juara-juara dunia di bidang kratif yang benar-benar terdidik.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa dunia industri kreatif sangat luas, karena<br />
bisa dari produk cetakannya, filmnya, atau kemasannya, dan hal itu<br />
sangat bermanfaat karena dibutuhkan dalam perkembangan dunia<br />
usaha.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Jadi ketika kami (Komisi X DPR RI) dulu meminta adanya perubahan<br />
dari Pusat Grafika Indonesia (Pusgrafin) menjadi Politeknik Negeri<br />
Media Kreatif,&nbsp; bukan hanya untuk memajukan jurusan grafika<br />
saja, tapi juga menjadi poli media, yaitu politeknik media kreatif,<br />
katanya.</p>
<p>Hanya saja yang perlu diantisipasi dari sekarang, katanya, perlu<br />
dipikirkan ketersediaan dosen tidak langsung yang berpendidikan S2,<br />
meskipun secara bertahap, politeknik ini juga selain harus<br />
melahirkan tenaga-tenaga terampil, juga menyiapkan pendidikan<br />
jenjang S1 yang memadukan pendidikan dan keterampilan.<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
Karena itu kami meminta Direktur Politeknik Media Kreatif agar<br />
segera menyekolahkan dosen yang berpendidikan S 1 untuk mengambil<br />
pendidikan S2 di bidang yang dibutuhkan, kata Ferdiansyah.<br />
(T.Ad/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/poltek-negeri-media-kreatif-miliki-peralatan-terlengkap-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIDAK ADA DUALISME KENDALI DALAM PENGAMANAN TAMU NEGARA</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/tidak-ada-dualisme-kendali-dalam-pengamanan-tamu-negara/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/tidak-ada-dualisme-kendali-dalam-pengamanan-tamu-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 15:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/tidak-ada-dualisme-kendali-dalam-pengamanan-tamu-negara/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Wakil Menteri
Pertahanan Sjafrie Samsuddin menegaskan, tidak ada dualisme kendali
dalam mengamankan tamu negara, dan meskipun tamu negara itu membawa
pasukan pengaman sendiri, namun kendali operasionalnya&#160;tetap
menjadi tanggungjawab TNI, karena pasukan dari luar hanya
untuk&#160;penguatan saja.
&#8220;TNI tetap memegang komando pengamanan tamu negara yang
berkunjung ke Indonesia sesuai UU TNI,&#8221; Sjafrie kepada wartawan
diKantor Kemhan RI Jakarta, Rabu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp; Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Wakil Menteri<br />
Pertahanan Sjafrie Samsuddin menegaskan, tidak ada dualisme kendali<br />
dalam mengamankan tamu negara, dan meskipun tamu negara itu membawa<br />
pasukan pengaman sendiri, namun kendali operasionalnya&nbsp;tetap<br />
menjadi tanggungjawab TNI, karena pasukan dari luar hanya<br />
untuk&nbsp;penguatan saja.</p>
<p>&#8220;TNI tetap memegang komando pengamanan tamu negara yang<br />
berkunjung ke Indonesia sesuai UU TNI,&#8221; Sjafrie kepada wartawan<br />
diKantor Kemhan RI Jakarta, Rabu (17/3).</p>
<p>Menurutnya, dalam kaitan dengan UU TNI, Panglima TNI selaku<br />
pengendali keamanan nasional, dan tamu negara tidak berdiri<br />
sendiri, tapi terintegrasi di dalam komando pengendalian yang ada<br />
di dalam manajemen yang dilaksanakan.</p>
<p>&#8220;Ada mekanismenya dan prosedurnya. Tidak ada dualisme kendali.<br />
Hanyasatu kendali operasional pengamanan terhadap tamu negara,&#8221;<br />
ujarnya.</p>
<p>Dia mengatakan, apabila ada kegiatan pengamanan yang dilakukan<br />
oleh tim pengamanan dari tamu negara itu, maka halitu sifatnyahanya<br />
penguatan. Pengeuatan itu juga tetap di bawah kendali operasional<br />
dari pemegang kendali yang ditentukan.</p>
<p>&#8220;Itu yang berlaku di dalam manajemen operasional yang dipayungi<br />
oleh UU,&#8221; katanya.</p>
<p>Sjafriemenambahkan, adanya perkiraan-perkiraan dari tim<br />
intelijen tamu negara yang melakukan operasi merupakan bagian dari<br />
prosedur intelijen. Namun tetaphal tersebut dikelola oleh satu<br />
manajemen operasional. (Yr/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/tidak-ada-dualisme-kendali-dalam-pengamanan-tamu-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAJAK TINGKATKAN PENERIMAAN NEGARA</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/pajak-tingkatkan-penerimaan-negara/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/pajak-tingkatkan-penerimaan-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 15:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/pajak-tingkatkan-penerimaan-negara/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan pendapatan negara yang
terus meningkat dari tahun ke tahun tidak pernah lepas dari sektor
penerimaan pajak.
&#8220;Pada tahun 2004 penerimaan pajak hanya mencapai sekitar Rp 280
triliun, dan di akhir 2008 mencapai sekitar Rp 658,7 triliun,&#8221; kata
Sri Mulyani di Kantor Pusat Pajak Jakarta, Rabu (17/3).
Ditambahkannya, target pajak tentunya selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Menteri Keuangan Sri<br />
Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan pendapatan negara yang<br />
terus meningkat dari tahun ke tahun tidak pernah lepas dari sektor<br />
penerimaan pajak.</p>
<p>&#8220;Pada tahun 2004 penerimaan pajak hanya mencapai sekitar Rp 280<br />
triliun, dan di akhir 2008 mencapai sekitar Rp 658,7 triliun,&#8221; kata<br />
Sri Mulyani di Kantor Pusat Pajak Jakarta, Rabu (17/3).</p>
<p>Ditambahkannya, target pajak tentunya selalu meningkat dan<br />
mendominasi penerimaan negara yang mencapai 70 persen, bahkan pada<br />
APBNP 2010 direncanakan penerimaan perpajakan sebesar Rp 770<br />
triliun, dan khusus pajak yang dihimpun Ditjen Pajak pada tahun ini<br />
mencapai Rp 600 triliun atau Rp 50 triliun per bulan.</p>
<p>Menurut Sri Mulyani, Ditjen Pajak telah melaksanakan reformasi<br />
sejak tahun 2004 hingga saat ini, dan telah memberikan hasil yaitu<br />
adanya peningkatan penerimaan pajak.</p>
<p>Selain itu, katanhya, Ditjen Pajak juga telah melakukan<br />
perbaikan tata kelola dan disiplin pegawai, sehingga berbagai<br />
upaya, termasuk penegakan hukum, akan terus dilakukan.</p>
<p>&#8220;Pada 2010 diharapkan kepatuhan wajib pajak meningkat dibanding<br />
2009, sehingga tercapai target penerimaan, pelayanan, dan kebocoran<br />
penerimaan pajak terhindari,&#8221; katanya.(T.Ia/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/pajak-tingkatkan-penerimaan-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAMIS (18/3) PN JAKPUS GELAR SIDANG IN ABSENTIA RAFAT DAN HESYAM</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/kamis-183-pn-jakpus-gelar-sidang-in-absentia-rafat-dan-hesyam/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/kamis-183-pn-jakpus-gelar-sidang-in-absentia-rafat-dan-hesyam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 15:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/kamis-183-pn-jakpus-gelar-sidang-in-absentia-rafat-dan-hesyam/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat, Kamis (18/3), akan menggelar sidang perdana dua tersangka
kasus penyelewengan dana dan pencucian uang di Bank Century, yakni
Rafat Ali Rizvi dan Hesyam Al Waraq secara in absentia atau tanpa
kehadiran terdakwa, hal ini karena keduanya masih buron di luar
negeri.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung
Didiek Darmanto dalam keterangan persnya di Jakarta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) Pengadilan Negeri Jakarta<br />
Pusat, Kamis (18/3), akan menggelar sidang perdana dua tersangka<br />
kasus penyelewengan dana dan pencucian uang di Bank Century, yakni<br />
Rafat Ali Rizvi dan Hesyam Al Waraq secara in absentia atau tanpa<br />
kehadiran terdakwa, hal ini karena keduanya masih buron di luar<br />
negeri.</p>
<p>Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung<br />
Didiek Darmanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (17/3)<br />
mengatakan, dalam persidangan nantinya berkas dakwaan keduanya<br />
masing-masing digabung antara kasus pidana penyelewengan dana dan<br />
money laundring-nya.</p>
<p>Sedikitnya ada delapan jaksa yang sudah dipersiapkan untuk<br />
menghadapi sidang hari Kamis. Kami juga sudah memperoleh surat<br />
pemberitahuan kepastian sidangnya dari PN Jakpus beberapa waktu<br />
lalu, kata Didiek.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa jaksa (JPU) akan menjerat dua buron<br />
itu dengan pasal berlapis, yakni pelarian uang Bank Century dan<br />
pencucian uang. Hesyam dan Rafat disebut-sebut melarikan Rp 3,115<br />
triliun dari Bank Century. Kasus itu diduga berawal ketika pada<br />
2008 Bank Century mengalami kegagalan kliring karena<br />
likuiditas.</p>
<p>Kemudian untuk mengantisipasi dampak sistemik terhadap<br />
perekonomian nasional, pemerintah mengeluarkan kebijakan dana<br />
talangan sebesar Rp 6,7 triliun. Namun belakangan diketahui<br />
kesulitan itu bukan karena likuditas, melainkan digunakan untuk<br />
berbagai kegiatan investasi dan kepentingan perusahaan di berbagai<br />
negara atas nama Robert Tantular, Hesyam, dan Rafat.</p>
<p>Didiek mengaku pihaknya telah menemukan uang pelarian dana kedua<br />
tersangka tersebut, yaitu di Dreschner Bank of Switzerland sebesar<br />
56 juta dollar AS, di Ink Bank Hongkong ditemukan 388 juta dollar<br />
AS dan 650 juta dollar AS di temukan di Standart Chartered Bank<br />
Hong Kong.</p>
<p>Penarikan dana itu menurut Didiek harus menyertakan putusan<br />
pidana kedua buron itu, dan nantinya Kejakgung akan berkoordinasi<br />
dengan Satgas AntarDepartemen, termasuk dengan pihak kepolisian dan<br />
Kementrian Luar Negeri RI. (t.Ut/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/kamis-183-pn-jakpus-gelar-sidang-in-absentia-rafat-dan-hesyam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GURU HARUS KEMBANGKAN TRADISI ILMIAH</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/guru-harus-kembangkan-tradisi-ilmiah/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/guru-harus-kembangkan-tradisi-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 15:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/guru-harus-kembangkan-tradisi-ilmiah/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Para guru harus
mengembangkan tradisi ilmiah, yaitu tradisi yang dibangun dari
tradisi membaca sejak dini yang dimulai dari keluarga. Selain itu,
guru juga perlu mengembangkan budaya berpikir, termasuk membiasakan
diri dan menjadi contoh bagi peserta didik dalam menuangkan pikiran
melalui bentuk tulisan.
Tradisi ilmiah guru itu harus dikembangkan dengan membaca,
berpikir, dan menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, sehingga
menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Para guru harus<br />
mengembangkan tradisi ilmiah, yaitu tradisi yang dibangun dari<br />
tradisi membaca sejak dini yang dimulai dari keluarga. Selain itu,<br />
guru juga perlu mengembangkan budaya berpikir, termasuk membiasakan<br />
diri dan menjadi contoh bagi peserta didik dalam menuangkan pikiran<br />
melalui bentuk tulisan.</p>
<p>Tradisi ilmiah guru itu harus dikembangkan dengan membaca,<br />
berpikir, dan menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan, sehingga<br />
menjadi contoh yang baik bagi para peserta didik, kata Kepala Biro<br />
Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan<br />
Nasional RI, Agus Sartono, saat membuka Lokakarya Tradisi Ilmiah<br />
Guru di Kantor Kemendiknas RI di Jakarta, Rabu (17/3).</p>
<p>Menurut Agus yang mewakili Mendiknas RI, para guru di Indonesia<br />
harus mengembangkan budaya untuk giat belajar dan mengajar<br />
sepanjang hayat, mengajar sepanjang zaman. Guru, katanya, boleh<br />
meninggal dunia, namun tulisannya akan terus mengajar, menjadi<br />
ajaran bagi para peserta didik, hingga kiamat.</p>
<p>Ia mengungkapkan bahwa tradisi ilmiah di lingkungan guru dan<br />
dosen di Indonesia masih rendah, hal ini, katanya, dapat dilihat<br />
dari indikator karya ilmiah guru. Dia menyebutkan, dari 2,6 juta<br />
guru di Indonesia untuk guru golongan IVB hanya 0,87 persen, guru<br />
golongan IVC sebesar 0,07 persen, dan golongan IVD hanya 0,02<br />
persen yang membuat karya ilmiah.</p>
<p>&#8220;Persyaratan untuk naik (ke golongan) IVB tidak hanya cukup<br />
dengan mengumpulkan angka kredit mengajar saja, tetapi salah satu<br />
komponennya harus menulis karya ilmiah,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikemukakan bahwa jumlah publikasi ilmiah nasional dosen saat<br />
ini hanya sekitar enam persen, sedangkan publikasi ilmiah<br />
internasional dosen hanya 0,2 persen.</p>
<p>Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiknas, kata dia,<br />
terus mendorong para dosen untuk melakukan penelitian dengan<br />
berbagai program.</p>
<p>&#8220;Sekarang sedang dipikirkan oleh pemerintah untuk membuat dana<br />
abadi pendidikan. Salah satu komponennya adalah untuk riset,&#8221;<br />
ujarnya.</p>
<p>Untuk meningkatkan tradisi ilmiah guru, kata Agus, pemerintah<br />
mulai memberikan beasiswa peningkatan kualifikasi S1 dan D4. Selain<br />
itu, katanya, dengan tunjangan serfitikasi diharapkan dapat<br />
mendorong guru-guru untuk lebih giat lagi menulis.</p>
<p>&#8220;Kalau guru giat menulis, maka angka kreditnya akan semakin<br />
besar. Mereka akan naik pangkat, dan kualifikasinya akan semakin<br />
baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu Ketua Unitwin-UNESCO Johannes Gunawan di tempat<br />
sama menyampaikan, salah satu kondisi guru di Indonesia yang<br />
memerlukan pengembangan lebih lanjut adalah kemampuan guru pada<br />
umumnya yang belum terbiasa dengan tradisi ilmiah atau scientific<br />
tradition.</p>
<p>Sebagian besar guru, kata dia, belum memiliki kompetensi dalam<br />
penulisan karya ilmiah.</p>
<p>&#8220;Hal ini terjadi di berbagai bidang, baik tentang substansi<br />
keilmuan yang diembannya maupun tentang metode pembelajaran,&#8221;<br />
katanya.</p>
<p>Penyebabnya, kata Johannes, antara lain karena berbagai<br />
keterbatasan yang dihadapi guru, baik dalam mengakses informasi<br />
melalui perangkat keras untuk melakukan telusuran informasi, maupun<br />
penguasan metode ilmiah oleh guru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/guru-harus-kembangkan-tradisi-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF BUKA TIGA JURUSAN BARU</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/politeknik-negeri-media-kreatif-buka-tiga-jurusan-baru/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/politeknik-negeri-media-kreatif-buka-tiga-jurusan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 14:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/politeknik-negeri-media-kreatif-buka-tiga-jurusan-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Karena minat masuk ke
Politeknik Negeri Media Kretif sangat banyak, mulai ajaran baru
tahun 2010/2011 politeknik yang berlokasi di Srengseng Sawah,
Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu akan membuka tiga jurusan baru,
yaitu teknik kemasan, fotografi dan periklanan. Jurusan yang ada
saat ini adalah teknik grafika, penerbitan dan design grafis.
Semua jurusan yang kami buka mirip dengan 14 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Karena minat masuk ke<br />
Politeknik Negeri Media Kretif sangat banyak, mulai ajaran baru<br />
tahun 2010/2011 politeknik yang berlokasi di Srengseng Sawah,<br />
Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu akan membuka tiga jurusan baru,<br />
yaitu teknik kemasan, fotografi dan periklanan. Jurusan yang ada<br />
saat ini adalah teknik grafika, penerbitan dan design grafis.</p>
<p>Semua jurusan yang kami buka mirip dengan 14 jenis industri<br />
kreatif yang ada di daftar Kementrian Perdagangan, kata Direktur<br />
Politeknik Negeri Media Kreatif, Bambang Wasito Adi, MH, MSc, di<br />
kampus politeknik negeri itu di Jakarta, Rabu, (17/3).</p>
<p>Menurut dia, tahun lalu jumlah peminatnya sungguh luar biasa,<br />
yaitu yang mendaftar 900 calon mahasiswa, sedangkan yang diterima<br />
hanya 192 orang. Dengan demikian, katanya, pihaknya merencanakan<br />
hingga tahun 2014 nanti politeknik negeri itu akan membuka sekitar<br />
20 prodi yang semuanya terkait dengan industri kreatif.</p>
<p>Bambang yang juga mantan Kapus Informasi dan Humas Kemendiknas<br />
RI itu menambahkan bahwa setelah bekerja keras sejak tahun lalu,<br />
politeknik ini sudah mulai berjalan baik, dengan kurikulum dan<br />
proses pembelajaran yang berbasis pada basis produksi dan<br />
kewirausahaan.</p>
<p>Basis produksi, kata dia, karena politeknik itu merupakan<br />
sekolah kreatif, sehingga mahasiswanyaharus mengembangkan ide-ide<br />
untuk mampu menciptakan suatu produk. Jadi kalau tidak bisa<br />
memproduksi, itu bukan mahasiswa politeknik ini, karena basisnya<br />
adalah produksi dan kewirausahaan, katanya.</p>
<p>Artinya, dalam proses pembelajarannya, mahasiswa politeknik itu<br />
harus memiliki kemampuan untuk memproduksi sesuatu untuk dijual,<br />
sehingga seluruh peralatan dan perlengkapan pembelajaran di<br />
politeknik ini menjadi unsur utama yang sangat menunjang.</p>
<p>Dikemukakan juga, karena basisnya adalah Pusat Grafika Indonesia<br />
(Pusgrafin), bidang teknik grafika jelas akan semakin diperkuat,<br />
apalagi pihaknya memiliki reputasi dan peralatan yang baik.</p>
<p>Kami perkirakan untuk jurusan teknik grafika, politeknik ini<br />
mungkin yang terbaik dan terlengkap di ASEAN, dan akan semakin<br />
ditingkatkan, katanya.</p>
<p>Bidang lain yang juga akan semakin dikembangkan adalah jurusan<br />
design grafis, karena saat ini dukungan fasilitas untuk praktik<br />
produksi saat ini juga sangat lengkap. Baru setelah itu, hingga<br />
2014, pihaknya akan membuka prodi-prodi baru.</p>
<p>Menurut Bambang, Politeknik Negeri Media Kreatif berdiri sejak<br />
10 Oktober 2008, yaitu hasil peleburan Pusat Grafika Indonesia<br />
(Pusgrafin) yang sebelumnya menjadi Pusat Pelatihan Kegrafikaan di<br />
Indonesia. Perubahan itu terjadi karena tuntutan perkembangan,<br />
terutama perkembangan di bidang industri grafika.</p>
<p>Hingga saat iitu belum ada program pendidikan S1 fashion, teknik<br />
kemasan, dan teknik grafika, padahal industri kemasan di Indonesia<br />
omsetnya bisa mencapai Rp 15Rp 20 triliun per tahun, jadi sayang<br />
apabila tidak ada jurusan itu di Indonesia, katanya.</p>
<p>Dengan gambaran itu lah, katanya, pemerintah, dalam hal ini<br />
Kementerian Pendidikan Nasional, membentuk sekolah pendidikan<br />
tinggi vokasi yang khusus dan relevan dengan industri kreatif.</p>
<p>Industri kreatif, katanya, saat ini memberikan kontribusi<br />
sekitar 6,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun<br />
2007, tapi sekolahnya tidak ada. Industri manufaktur yang paling<br />
tinggi perdagangannya itu sekitar 16 persen. Sekolahnya di<br />
mana-mana di UI, ITB, ITS, semuanya buka, kata Bambang.</p>
<p>Oleh karena itu, katanya menambahkan, pada tahun 2007 sebenarnya<br />
pemerintah akan membangun sekolah politeknik khusus, tapi<br />
investasinya mahal sekali, apalagi di Jakarta, belum ada lahan dan<br />
bangunannya, sehingga kebijakannya waktu itu adalah mengubah<br />
institusi yang sudah ada yaitu Pusgrafin diubah menjadi Politeknik<br />
Media Kreatif.</p>
<p>Menurutnya, Politeknik Negeri Media Kreatif itu diawali dengan<br />
tiga jurusan, yaitu teknik grafika, penerbitan dan design grafis.<br />
Saat itu jumlah mahasiswa perdana sebanyak 87 orang, karena<br />
kapasitasnyta hanya untuk tiga kelas. Tahun 2009 kami menerima 180<br />
lebih mahasiswa, sehingga total jumlah mahasiswanya saat ini<br />
mencapai 245 orang, katanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/politeknik-negeri-media-kreatif-buka-tiga-jurusan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENAKERTRANS : 68.332 ORANG TERKENA PHK TIDAK TERKAIT ACFTA</title>
		<link>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menakertrans-68-332-orang-terkena-phk-tidak-terkait-acfta/</link>
		<comments>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menakertrans-68-332-orang-terkena-phk-tidak-terkait-acfta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 13:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewiyanti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berita utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menakertrans-68-332-orang-terkena-phk-tidak-terkait-acfta/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Kementerian Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Kemnakertrans) menyatakan, hingga saat ini
pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi tidak terkait dengan
dampak pelaksanaan ACFTA (ASEANChina Free Trade Aggreement) 2010.
Berdasarkan data yang ada di Kemnakertrans, hingga awal Maret
2010 angka PHK yang tercatat sebanyak 68.332 orang, sedangkan yang
akan dirumahkan mencapai 27.860 orang.
Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar kepada wartawan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) &#8211; Kementerian Tenaga Kerja<br />
dan Transmigrasi (Kemnakertrans) menyatakan, hingga saat ini<br />
pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi tidak terkait dengan<br />
dampak pelaksanaan ACFTA (ASEANChina Free Trade Aggreement) 2010.</p>
<p>Berdasarkan data yang ada di Kemnakertrans, hingga awal Maret<br />
2010 angka PHK yang tercatat sebanyak 68.332 orang, sedangkan yang<br />
akan dirumahkan mencapai 27.860 orang.</p>
<p>Menurut Menakertrans Muhaimin Iskandar kepada wartawan di kantor<br />
Kemnakertrans, Jakarta, Rabu (17/3),memang terdapat kemungkinan<br />
adanya potensi peningkatan PHK akibat implementasi perjanjian<br />
perdagangan bebas ASEAN dan China, namun hingga saat ini hal<br />
tersebut belum terjadi.</p>
<p>Kondisi itu memang tidak bisa dielakkan. Oleh karena itu pekerja<br />
Indonesia mau tidak mau harus meningkatkan produktivitas,<br />
kompetensi, dan disiplin demi meningkatkan daya saing.,<br />
kataMuhaimin yang baru tiba kembali di Jakarta usai kunjungan kerja<br />
bersama Meneg PDT pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di<br />
Pekalongan, Jawa Tengah.</p>
<p>Menurutnya, ada beberapa sektor usaha yang memungkinkan<br />
berpotensi terkena dampak pelaksanaan ACFTA, yaitu bidang tekstil,<br />
perdagangan dan manufaktur.</p>
<p>Namun demikian dikatakannya bahwa pemerintah akan terus memantau<br />
dan melakukan terobosan untuk menghindari terjadinya PHK terhadap<br />
para pekerja/buruh.</p>
<p>Salah satu usaha pemerintah saat ini adalah meninjau-ulang<br />
beberapa peraturan ketenagakerjaan, antara lain soal pengupahan dan<br />
pemakaian tenaga kerja asing dalam mendorong iklim usaha yang lebih<br />
kondusif demi menghindari PHK, ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Kemnakertrans pun tengah mengadakan program<br />
kewirausahaan untuk memperluas kesempatan kerja.</p>
<p>Lebih lanjut Muhaimin mengatakan, saat ini yang perlu<br />
dikembangkan adalah kesadaran untuk meningkatkan produktivitas<br />
pekerja secara mandiri.</p>
<p>Apabila produktivitas dan kompetensi pekerja naik,<br />
perusahaan-perusahaan tentunya akan bisa bertahan dan menghindari<br />
kemungkinan melakukan pemutusan hubungan kerja, katanya.<br />
(Az/ysoel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/menakertrans-68-332-orang-terkena-phk-tidak-terkait-acfta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
