February
2010
TAHUN 2011 SOAL UJIAN NASIONAL DIUSULKAN ADA EMPAT TINGKATAN
Jakarta, 9/2/2010 (Kominfo-Newsroom) – Anggota Komisi X DPR RI Dedi
Wahidi mengharapkan pada tahun 2011 soal Ujian Nasional (UN) dapat
dibagi menjadi empat tingkatan. Pembagian jenis soal akan
disesuaikan dengan status akreditasi sekolah.
Ketentuan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik Bedah Ujian
Nasional dan Penghargaan Gus Dur sebagai Tokoh Pendidikan di Kantor
Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Selasa (9/2).
Menurut Dedi, pihaknya mengusulkan agar soal UN untuk siswa dari
sekolah yang terakreditasi A dibedakan dengan soal UN bagi siswa
sekolah yang terakreditasi B, atau C dan sekolah yang non
akreditasi.
Dikemukakan oleh anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan
Bangsa (PKB) ini bahwa pembagian jenis soal itu untuk menyelaraskan
azas keadilan bagi para peserta ujian.
Saat ini soal yang dibuat sama, sehingga banyak menyulitkan para
siswa menjawabnya, katanya.
Menurutnya, setiap lima tahun sekali akreditasi sekolah harus
dievaluasi, sehingga akan ada perkembangan dan revisi soal terhadap
peserta ujian nasional. Dedi berharap, Kementerian Pendidikan
Nasional RI (Kemendiknas) membahas pembagian jenis soal itu
dalam
perbaikan UN tahun ini.
Ia menambahkan bahwa pendapatnya itu diajukan dengan
memerhatikan amar putusan dari Mahkamah Agung (MA).
Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
(Balitbang) Kemdiknas RI, Mansyur Ramli mengatakan, sistem
pembagian jenis soal menjadi empat termasuk salah satu bahasan yang
akan dirapatkan dalam perbaikan UN ke depan.
Tentu akan dipertimbangkan untuk perbaikan sistem
penyelenggaraan UN. Melalui studi tahun ini, maka metodenya
diharapkan bisa dipakai pada 2011 atau 2012, katanya.
Menurutnya, ide pembagian jenis soal UN itu merupakan ide yang
sangat baik, apalagi konsep pembuatan soal yang dikembangkan
Kemendiknas RI memang menuju pada pembuatan soal yang mudah, sulit
dan sedang.
Pembagian tersebut juga dirancang untuk bisa mengukur tingkat
kelulusan siswa dan alat deteksi siswa yang pintar.
Soal yang sulit juga bisa memperlihatkan siswa mana yang jujur
mengerjakan soal dan mana yang tidak jujur, kata Mansyur.
(T.Ad/ysoel)













