June
2009
SURVEI LSI : SBY CENDERUNG TURUN DAN JK NAIK
Jakarta, 24/2009 (Kominfo-Newsroom) – Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan rilis terbaru terkait trend sikap electoral pemilih pada calon presiden dan wakil presiden dengan perolehan suara mengunggulkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar 67,2 persen sedangkan untuk pasangan capres/cawapres SBY-Boediono 67 persen.
Berdasarkan survei, apabila pilpres diadakan saat ini, sebagai presiden SBY akan memperoleh suara 67,2 persen, Megawati Soekarnoputri (15,8), dan Jusuf Kalla (8,3), sedangkan pemilih yang �belum tahu� akan memilih siapa memperoleh 8,7 persen.
Menurut peneliti senior LSI, Saiful Mujani ketika mengumumkan hasil surveinya di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (24/6), dalam beberapa hari ke depan hingga hari H Pilpres pada 8 Juli 2009, perolehan suara SBY memiliki kecenderungan untuk turun, sebaliknya JK akan naik hingga kisaran 20 persen.
“Apabila pasangan JK-Wiranto dalam survei sebelumnya mendapat tujuh persen, maka sangat mungkin pasangan ini mendapat
sembilan persen karena margin of errornya 1,8 persen. Bahkan kenaikan dua persen itu apabila dibaca secara optimis, kenaikan JK bisa lima persen, sehingga bisa diprediksi JK meraih 14 persen,” katanya.
Sementara itu survei juga menjelaskan, apabila pilihan ditujukan kepada pasangan, maka saat ini pemilih masih memilih pasangan SBY-JK 67 persen, Megawati-Prabowo 16 persen dan JK-Wiranto sembilan persen, sedangkan yang menjawab �belum tahu� delapan persen.
Dijelaskan, apabila dalam 20 hari ke depan kemajuannya linear, pihaknya memrediksi pada 8 Juli 2009, JK akan merebut sekitar 20 persen, sedangkan kecenderungan SBY yang terus turun, pada hari H diprediksi memperoleh 60 persen.
�Kami akan melihat hasil survei pada 1-3 Juli 2009 mendatang. Pasangan SBY-Boediono sangat mungkin turun, meski kami prediksi ada di kisaran 50 persen ke atas, sedangkan pasangan JK-Wiranto naik, meski berat untuk meraih 35 persen,� katanya.
Survei LSI ini dilakukan secara nasional dengan jumlah sampel sebanyak 2.000 resonden yang dipilih dengan multistage random sampling.
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka di lapangan terhadap orang yang memiliki hak pilih pada 15-20 Juni 2009 di 33 provinsi.
Dijelkaskan juga bahwa bahwa sumber dana diperoleh dari Yayasan Pengembangan Demokrasi Indonesia (YPDI) dan Fox Indonesia, yaitu konsultan pasangan Capres/Cawapres SBY-Boediono. (T.Az/ysoel).












