June
2009
PEMERINTAH WASPADAI ANCAMAN BERGABUNGNYA H1N1 DAN H5N1
Jakarta
, 24/6/2009 (Kominfo-Newsroom) � Pemerintah akan meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi ancaman virus H1N1 (flu babi) dan kemungkinan bergabungnya virus H1N1 dengan H5N1 (flu burung) yang dikhawatirkan akan menjadi virus terganas.
�Jangan sampai H1N1 kawin dengan H5N1. Kalau ini terjadi, artinya keganasannya sama dengan H5N1, tetapi cara penularannya secepat H1N1,� kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (24/6).
Indonesia
, disebut Menkes, merupakan negara dengan kasus H5N1 terganas di dunia, dan jika hal ini terjadi akan menimbulkan ketakutan dan kematian di atas 50 persen.
�Memang tidak mudah, tetapi kemungkinan bergabungnya virus itu sangat mungkin terjadi. Inilah yang harus dihindari, dan pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan, bukan hanya untuk kepentingan Indonesia tetapi untuk semua umat manusia,� ujarnya.
Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 11 Juni lalu, telah mengumumkan peningkatan fase influenza A H1N1 dari fase 5 menjadi 6 (pandemic) yang merupakan fase tertinggi. Sampai dengan 24 Juni 2009 jumlah penderita H1N1 di 99 negara yang dilaporkan mencapai 52.160 orang dengan 231 kasus kematian.
Kasus ini juga dilaporkan oleh negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia, yaitu Australia, Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand.
Menurutnya, Depkes telah meningkatkan kewaspadaan, di antaranya meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan dan mengirimkan surat edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus Influenza H1N1 di Bali dan Jakarta.
Juga m
eningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di semua RS, laboratorium dan sarana kesehatan lainnya, serta kesiapan logistik dan kemampuan SDM.
Selain itu, Menkes juga mengimbau masyarakat untuk ekstra dalam menjaga kesehatan. Apabila sakit dengan gejala influenza supaya mengenakan masker dan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang lain dan segera menghubungi petugas kesehatan, serta tidak bepergian. (T.Jul/ysoel)












