27
April
2009

MASYARAKAT DIMINTA WASPADAI FLU BABI

Jakarta

, 27/4/2009 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengimbau masyarakat untuk tidak takut namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan

munculnya penyakit Flu Babi di Indonesia.

Angka kematian akibat flu burung (H5N1) jauh lebih tinggi, yakni sekitar 80-90 persen, ketimbang Flu Babi (H1N1) yakni sebesar 6,4 persen, namun masyarakat harus tetap waspada karena sudah ada konfirmasi virus ini dapat ditularkan melalui manusia ke manusia.

�Virus H1N1 hanya hidup pada daerah subtropics, yakni pada musim gugur dan musim dingin seperti di Amerika Utara. Untuk Indonesia kemungkinannya sangat kecil mengingat Indonesia beriklim tropis,� kata Menkes dalam jumpa pers di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Senin (27/4).

Flu Babi atau H1N1 tidak dapat hidup di daerah yang panas, apalagi di Indonesia musim panas terus. Mudah-mudahan virus tersebut tidak sampai ke Indonesia. Tapi meski demikian, masyarakat harus tetap mewaspadainya dengan selalu menjaga kebersihan diri.

Untuk mewaspadai munculnya penyakit tersebut di Indonesia, Departemen Kesehatan telah meminta pihak terkait untuk menghentikan impor daging babi dan melakukan surveillance pada sejumlah peternakan babi di Indonesia, yang jumlahnya kini mencapai 9 juta ekor.

Sementara bagi pendatang yang masuk ke Indonesia melalui bandara telah disiagakan Thermo Scanner yang akan mendeteksi suhu tubuh seseorang apakah ia sedang menderita flu atau tidak.

Departemen Kesehatan juga akan mensuplai Health Alert Card kepada perusahaan penerbangan, juga kepada pelabuhan akan dibagikan dan harus diisi oleh pendatang mengenai kondisi kesehatannya apakah pendatang tersebut sedang mengalami flu atau tidak.

Selain itu, Depkes juga telah menyiapkan stok obat taminflu yang menurut Menkes

dapat juga dipakai untuk mengobati H1N1 (flu babi).

Di tempat yang sama, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Depkes, Rita Kusriastuti, mengatakan untuk Thermo Scanner telah disiagakan di 10 bandara, diantaranya Ngurah Rai Bali, Makassar, Surabaya, Kalimantan Selatan, Jakarta, Batam, juga

Medan.

�Untuk obat, telah disiapkan stok 3 juta obat taminflu. Selain itu 100 RS rujukan juga telah dilatih kembali guna mengantisipasi penyakit ini, dokter di sejumlah RS juga diminta lebih teliti memeriksa kondisi pasien,� kata Rita. (T. Jul/toeb)

Artikel-artikel Terkait

« »
PUSAT DATA DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA © 2009
Saran dan kritik: webadmin[at]depkominfo.go.id | Intranet