HALAMAN UTAMA

Get the Flash Player to see this player.
North Sulawesi Tourism ( Sangihe )
Portal Tentang Bencana Diluncurkan
January 1, 2006, 12:05 pm| Berita Departemen | Klik: 333100

Djarot Subiantoro, Ketua Asosiasi Peranti Lunak Indonesia (Aspiluki), portal itu berisi manajemen penanganan bencana yang bisa digunakan untuk konsolidasi di antara instansi dan asosiasi terkait.

“Portal itu berfungsi sebagai sistem manajemen tanggap darurat yang rencananya tidak hanya diimplementasikan di Aceh, tapi juga di daerah lainnya di Indonesia,” ujarnya kemarin.

Pembuatan portal bersama itu, lanjut dia, juga berfungsi mengundang perhatian internasional, sehingga dapat memberikan bantuan ke daerah bencana secara cepat dan terkoordinasi.

Menurut Djarot, pemberian dan penyebaran bantuan di daerah bencana seperti Aceh akan lebih transparan. Transparansi itu meliputi tujuan, jumlah, dan pendistribusian bantuan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara jelas.

Portal itu juga berisi seluruh aplikasi berbasis web (web-based) dengan besar anggaran yang akan dibicarakan lebih lanjut dan diharapkan akan berjalan secara efektif bulan depan.

Asosiasi yang diajak berkoordinasi adalah Aspiluki, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia , Masyarakat Telematika , dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia.

Teddy Sukardi, Presiden FTII, mengatakan koordinasi sangat diperlukan agar pembangunan aplikasi penanganan bencana dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran.

Di Aceh sendiri, koordinasi baru terlihat setelah dua minggu sejak bencana terjadi sehingga penanganannya terkesan terlambat.

Menurut Teddy, pentingnya aplikasi DMS diungkapkan Deputi Menhan AS Paul Wolfowitz saat bertemu Presiden yang mengungkapkan penyesalannya karena Indonesia belum memiliki sistem penanganan bencana terpadu dengan dukungan TI.

Menurut informasi yang diterima Bisnis, sejumlah vendor TI seperti IBM, Cisco, Intel, Bridge Communication, Canon, dan lainnya telah menyumbangkan perangkat nirkabel, hardware, software, aplikasi database, perangkat PABX, desain hotspot, dan desain website.

Vendor tersebut memberikan bantuan seperti yang pernah mereka lakukan untuk membangun aplikasi penanganan bencana di beberapa negara maju seperti AS.

Di tempat terpisah, Heru Nugroho, Koordinator Umum Relawan TI dari Tim Air Putih, mengungkapkan harapannya agar vendor TI dan penyedia bandwidth dapat membantu pembangunan instalasi Internet di Aceh. (Bisnis Indonesia)

Forum komentar ditutup